Dinilai Melawan Putusan MA, Penggugat Bakal Menyita dan Memboikot Aktifitas Ifishdeco

32

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO -Hardin Silondae selaku penggugat bersama kuasa hukumnya Andre Darmawan, SH dalam waktu dekat bakal memboikot aktifitas pertambangan yang dilakukan oleh tergugat, yakni PT. Ifishdeco yang berlokasi di Kelurahan Ngapaaha Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (6/10).

Hal itu menyusul, ketidak patuhan PT Ifishdeco terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) bernomor 1529 K/Pdt/2018, yang dikeluarkan pada Tanggal 10 Agustus 2018 lalu. Hardin Silondae melalui kuasa hukumnya sudah melakukan upaya hukum, mulai dari tingkat Pengadilan Negeri Andoolo, Pengadilan Tinggi hingga tingkat kasasi di MA dan telah memenangkan gugatan atas PT Ifishdeco, yang dinilai telah melakukan usaha pertambangan dilahan penggugat dengan melakukan penambangan dan mengambil ore nikel dilahan milik penggugat tanpa hak dan melawan hukum.

Ditegaskan Kuasa Hukum penggugat, Andre Darmawan, dalam putusan tersebut menyatakan sah menurut hukum, penggugat adalah pemilik tanah objek sengketa yang terletak di Asingi, KecamatanTinanggea. Untuk Pengadilan di tingkat Kasasi menghukum tergugat untuk membayar segala kerugian materil yang dialami oleh penggugat yakni sebesar Rp 4 Miliar.

“Sejak putusan ini dikeluarkan oleh MA RI, oleh majelis yang diketuai Dr. Nurul Elmiyah SH, MH dan beranggotakan Maria Ana Saniati SH, MH dan H. Panji Widagdo SH, MH, dengan Panitera Pengganti Unggul Prayudho Satriyo. Hingga kini belum dilaksanakan oleh pihak tergugat dalam hal ini PT Ifishdeco,” jelas Andre Darmawan, SH.,CLA, CIL.

Lanjut, Andre Darmawan yang juga ketua HAMI Sultra, ketidak patuhan hukum PT. Ifishdeco, maka pihak tergugat akan mengambil langkah yaknk akan melakukan penyitaan dalam bentuk barang yang bergerak dan tidak bergerak.

“Dari kami sudah melakukan berbagai upaya hukum, komunikasi dan lainnya, tapi oleh pihak PT. Ifishdeco selalu mengabaikan,  karena itu kami bakal menyita barang baik itu alat berat maupun Hak Guna Usaha (HGU) milik Ifishdeco, hingga perusahaan tersebut menunaikan ganti rugi sesuai putusan Pengadilan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan pengacara muda ini, untuk melakukan penyitaan tersebut pihaknya terlebih dahulu akan mengajukan surat eksekusi dari Pengadilan Negeri Andoolo dalam waktu dekat.

Sementara itu Muh Juhir Silondae selaku perwakilan penggugat mengatakan bahwa, PT. Ifishdeco yang telah mengabaikan keputusan hukum melalui putusan MA dinilai melawan hukum. Untuk itu selaku pihak yang dirugikan atas aktifitas pertambangan tersebut, akan melakukan upaya pemboikotan atas aktivitas pertambangan hingga tuntutan yang dikabulkan pihak Mahkamah Agung dilaksanakan oleh Ifishdeco.

“Ia, jalan yang harus kami tempuh adalah melakukan eksekusi barang bergerak dan tidak bergerak milik PT. Ifishdeco, termasuk memboikot aktifitasnya sehingga tidak ada pengerukan dan pengapalan ore nikel hingga pihak Ifishdeco mengabulkan perintah Hukum sesuai dengab putusan Kasasi Nomor 1529/K/Pdt/2018,” ungkapnya.

Menurut Muh Juhir, bahkan pertemuan telah dilakukan beberapa kali, tetapi pihak Ifishdeco selalu berjanji dan terus berjanji. Namun faktanya hingga sampai detik ini belum ada upaya untuk melaksanakan putusan, dengan mengganti rugi lahan atau ore nikel yang telah dikeruk dilahan penggugat.


Reporter : 54PU

Publisher : ASTA

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here