KKN UHO Tahun Ini Terbesar di Konsel

141
Wabup Konsel Dr. Arsalim Ariffin saat berfoto bersama mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO – Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Dr. H. Arsalim Arifin, didampingi anggota DPRD Konsel Samsu, SP, menerima secara resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo (UHO), semester genap Tahun Akademik 2017/2018, dari berbagai disiplin ilmu. Bertempat di Rujab Bupati, Sabtu (28/7).

Sebanyak 2.400 mahasiswa KKN UHO, yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Arafah didampingi Ketua LPMP UHO sekaligus penanggung jawab KKN Dr. La Ode Santiaji Bandi, terbagi dalam dua bentuk KKN yakni KKN Reguler berjumlah 2.100 akan tersebar di 22 Kecamatan dan 298 Desa dengan dosen pembimbing sebanyak 254, serta 300 mahasiswa bantuan dari Menko PMK untuk jenis KKN revolusi mental, akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Landono selama 30 hari.

Dihadapan para mahasiswa KKN, Arsalim Arifin memaparkan secara singkat potensi dan tingkat ekonomi dan kondisi pembangunan di Konsel, dan atas nama Pemda pihaknya mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi atas dipilihnya Konsel, sebagai fokus pelaksanaan KKN yang juga terbesar selama kegiatan serupa dilaksanakan di daerah ini. Karena tersebar di 22 Kecamatan dari total 25 Kecamatan yang ada.

“Untuk wilayah Konsel, masyarakatanya memiliki mata pencaharian utama di bidang peternakan, pertanian, perikanan dan sebagainya, yang juga menjadi penyangga dari pertumbuhan ekonomi Konsel, sehinga sangat tepat mahasiswa ditempatkan di desa, karena semua awalnya bersumber dari desa yang diharapkan ilmunya bisa diterapkan ditempat tersebut dengan melihat potensi yang ada,” jelasnya.

Kata mahasiswa, lanjut Arsalim konotasinya ilmunya sudah tingkat tinggi, besar dan agung sehingga dituntut untuk lebih tau dan faham ketika bersosialisasi di masyarakat, dengan spesialisasi dan bidang ilmu atau studynya, dimana Konsel sedang membangun dengan memetakan desanya, berdasarkan kawasan atau pemilihan komunitas diantaranya kawasan perikanan, pertanian dan lainnya.

Arsalim saat menerima mahasiswa KKN di Rujab Bupati sekaligus memaparkan secara singkat tentang potensi dan kondisi Konsel.

“Mahasiswa bisa implementasikan ilmunya, dengan melihat potensi di lokasi KKN nya dan semoga bisa kita panggil untuk kembali mengabdi di Konsel, apalagi sebelumnya pernah MoU dengan UHO dimasa kepemimpinan Prof. Usman Rianse, untuk berbagai bidang yang bertujuan untuk saling bersinergi dalam membangun Konsel,” terangnya.

Sementara itu, pimpinan rombongan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Nur Arafah juga apresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sama, karena Pemda Konsel telah menerima dan memberikan tempat bagi mahasiswa untuk berkarya ditengah-tengah masyarakat.

“Kiranya mahasiswa kami dapat diterima dan kemudian dibimbing, selama 30 hari kedepan, semoga ilmu yang mereka dapat dibangku kuliah, bisa diaplikasikan kepada masyarakat, untuk menyempurnakan disiplin ilmu mereka usai menyelesaikan studynya di perguruan tinggi, dan setelah KKN mahasiswa akan menyusun penelitian, selanjutnya ujian,” ucap Arafah.

Ada dua pesan Rektor untuk para mahasiswa, lanjut Arafah, pertama Konsel memiliki SDA yang sangat besar yang tentunya diperlukan pengabdian ilmu mahasiswa, yang mana anggapan masyarakat mahasiswa terjun bukan sedang belajar tetapi mahasiswa itu serba bisa, yang sedang mempraktekkan ilmunya, oleh karena itu aplikasikan ilmumu dengan meyakinkan kepada masyarakat yang didapatkan selama dibangku kuliah dan gunakan kesempatan ini, dengan baik karena tidak akan merasakan nikmatnya bermahasiswa sebelum melaksanakan KKN.

“Dimana, jaman kami dahulu KKNnya di daerah terpencil yang minim infrastruktur, saat kita pulang masyarakt sedih dan menangis karena kita begitu dekat kepada mereka, jadi jika ingin mengukur kesuksesan KKN dan dicintai masyarakat adalah ketika datang warga tersenyum dan pulang mereka menangis,” tukasnya.

Pesan Kedua, jagalah nama baik almamater artinya jangan hanya karena nilai setitik rusak susu sebelanga dengan menjaga sikap dan peran yang tentu akan menjadi cerminan ditengah-tengah masyarakat, sehingga jagalah citra itu dengan mengabdikan ilmu sebaik-baiknya kepada masyarakat, dengan tidak masuk keranah politik atau kegiatan yang tidak berhubungan dengan program-program yang ada.

“Ciptakanlah anggapan dan bagaimana masyarakat menilai dengan baik, dengan muncul perkataan oleh mereka bahwa inilah mahasiswaku bukan inikah mahasiswa? jadi patut kita berbangga bahwa KKN kita berhasil dan masyarakat sudah memberi tempat sehingga citra kampus kita semakin baik dengan jaket kuning, yang kita gunakan tersirat filosofi bahwa dititipkan amanah untuk menjaga almamater dimanapun kita berada,” tandasnya.

Mengakhiri paparannya, Arafah menyampaikan kepada Pemda Konsel baik ditingkat Kecamatan, maupun desa jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama masa tugas mohon disampaikan kepada dosen pembimbing, yang akan nantinya akan dijadikan evaluasi untuk KKN berikutnya agar lebih baik.


Reporter : 54PU

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here