KPH Gula Raya Amankan 608 Batang Kayu Tanpa Tuan

398
Kepala KPH Gula Raya Dharma Prayudi saat menunjukan BB kayu yang diamankan di Kantor KPH sebanyak 608 batang kayu berjenis Meranti dan Kayu Merah

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO – Maraknya ilegal logging di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bukanlah cerita dongeng semata bagaimana tidak, belum lama ini, Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Unit XXIV Wanggu, Laeya dan Roraya (Gula Raya) Kabupaten Konsel Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Mengamankan sebanyak 608 batang kayu tanpa tuan, Kamis (2/8).

Penangkapan kayu seperti ini, bukan kali pertama terjadi sebagaimana diungkapkan Kepala UPTD KPH Unit XXIV Gula Raya Dharma Prayudi, pasalanya pihaknya sudah sering mendapatkan hal tersebut saat petugasnya turun lapangan, hanya saja para pelaku tersebut tidak pernah ditemukan langsung dilapangan.

Belum diketahui pasti mengapa kegiatan ilegal logging ini, seolah menjamur di Konsel apakah kurangnya atau lemahnya pengawasan dari pihak-pihak terkait ataukah para pelaku ilegal logging yang lebih cerdas dan jeli dalam melakukan kejahatannya.

Baru-baru ini, pihak KPH Gula Raya mengamankan sejumlah kayu yang jika dikubikkan totalnya 17,8569 kubik, dengan jenis kayu meranti dan kayu merah. Untuk Tempat Kejadian Perkaranya (TKP) nya, di bendungan Roraya tiga desa Alakaya Kecamatan Palangga.

“Kayu ini bersifat kayu temuan, pasalnya saat dilokasi tidak ditemukan pemilik ataupun orang yang mengaku pemilik. Dan ini berantai dimana lain yang mengolah, lain yang merakit begitu juga yang membeli, untuk sumber kayu sementara tidak diketahui, hanya saja kalau yang jenis meranti itu berasal dari hutan lindung,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk dugaan sementara pengambilan kayunya itu sekitar Wolasi. ditebang di TKP lalu disalurkan lewat sungai Desa Aosole. karena para pelaku ilegal logging ini berfikir, mobilisasi lebih cepat kalau lewat sungai kalau dipikul akan memakan waktu lama.

BB kayu yang diamankan oleh pihak KPH Gula Raya Konsel yang nantinya akan dilelang

“Setelah kayu disenso, naiklah pemikul dengan perakit untuk kemudian disalurkan di sungai, jadi ada yang keluar di sungai Aosole ada juga di sungai Roraya dan beberapa sungai lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, sungai yang digunakan untuk menyalurkan kayu ilegal tersebut, hulunya di gunung Sengiri Wolasi jadi dari mata air disitulah dijadikan tempat penyaluran kayu. Untuk proses pengolahannya tidak dilihat hanya saja hulu sungai ini terhubung keempat sungai tersebut, kalau musim panas dibentangkan terpal supaya airnya tinggi lalu kayunya dilepas.

“Saat ini semua barang bukti masih diamankan di KPH Gula Raya, untuk selanjutnya dilakukan lelang. Hingga saat ini belum ada orang yang datang mengaku sebagai pemilik kayu tersebut,” ungkapnya.

Menurut keterangan Dharma Prayudi, sebelumnya pihaknya juga pernah mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) kayu, kemudian ada oknum yang mengaku sebagai pemilik, namun pihaknya tidak melepaskan BB tersebut.

“Kita akan terus mengejar, para pelaku ilegal logging, dan terus menekan hingga sekecil mungkin kegiatan seperti ini terjadi, dan dengan mengamankan kayu yang diolah tentu sudah menjadi kegundahan dan ketakutan bagi para pelaku,” tutupnya.


Reporter : 54PU

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here