Pemda Konsel Terapkan Sistem OSS, Pelaku Usaha Wajib Memiliki NIB

1351
Kepala DPM-PTSP Konsel Hidayatullah

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) memberikan kemudahan, bagi para pelaku usaha di wilayah itu, dalam mengurus perijinan melalui percepatan pelayanan melalui Online Single Submission (OSS), Selasa (31/7).

Hal itu diungkapkan Kepala DPM-PTSP Konsel Hidayatullah, dulunya sistem manual sekarang sudah harus online, tujuannya agar pelayanan perizinan terintegrasi dengan cepat dan murah, serta memberi kepastian.

Hal ini sesuai PP No. 24 Tahun 2018 tentang perijinan berusaha secara elektronik, untuk Konsel sendiri akan mulai mengimplementasikan hal tersebut, dengan mensosialisasikan proses OSS kepada dunia usaha, namun para pelaku usaha agar mengakses informasinya diberbagai media, termasuk melalui Kementerian Koordinator Perekonomian.

“Saat ini Konsel, sudah siap melaksanakan sistem OSS. Hanya saja terkendala oleh kesiapan dunia usaha dan masyarakat pada umumnya, khususnya pelaku UMKM yakni masih gagap akan tekhnologi, misalnya harus mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), itu didaftarkan secara mandiri melalui OSS, namun karena tidak memiliki alamat e-mail, sehingga menjadi kendala karena pasword dikirimkan melalui e-mail,” jelasnya.

Salah satu contoh NIB yang dikeluarkan oleh sistem OSS ketika mendaftarkan usahannya secar online

Lanjutnya, sebagian dunia usaha di Konsel tidak memiliki NPWP atau laporan SPT tahunannya tidak aktif, sehingga pada saat mendaftar online NIB nya tidak keluar. Pihaknya meminta kepada para pelaku usaha agar pro aktif, mengikuti perkembangan terbaru tentang perijinan berusaha, khususnya OSS.

“Silahkan dibuka linknya dan mudah diakses dimana pun, di kantor ini juga kami telah menyiapkan konsultasi terkait masalah tersebut. Jadi Pemda Konsel konsisten untuk menerapkan sistem OSS ini, jadi kedepan wajib semua pengusaha memiliki NIB,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sejak sistem OSS dilaunching Juni 2018 kemarin, untuk saat ini dari ribuan pelaku usaha di Konsel, baru dua yang mendaftar di OSS dan memiliki NIB. Inilah yang menjadi kendala, yang sebelumnya sistem manual sekarang beralih ke sistem.

“Karena baru Juni kemarin diterapkan, sehingga masih banyak belum mendaftar, dan ini juga menjadi tantangan kami sebagai instansi terkait untuk mensosialisasikannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan dalam mendaftarakn usahanya di OSS, diharapkan para pelaku usaha tertib membayar pajak, baik itu IMB dan pajak lainnya karena ini menjadi syarat OSS untuk menerbitkan NIB.


Reporter : 54PU

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here