Pengembangan Wisata Namu, Menjadi Perhatian Pemerintah Pusat

63
Kegiatan aksi Sapta Pesona yang dilaksnakan di Desa Wisata Namu yang dihadiri Deputi PIK Kemenpar RI.

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO – Pasca ditetapkan sebagai kawasan pengembangan pariwisata Nasional oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, objek wisata Desa Namu terus menjadi perhatian Pemerintah Pusat, kali ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI), melaksanakan kegiatan Aksi Sapta Pesona (ASP), bekerjasama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra dan Dispar Konsel, Minggu (9/9).

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan (DPIK) Kemenpar RI, Ujang Sobari, SE., MM, Sekdispar Sultra Sumanto, SH, Kadispar Konsel AB. Subair, S.Pd., M.Pd, Camat Laonti Armunanto, dengan peserta dari warga Namu yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bertempat.

Sekaligus dirangkaikan aksi sadar wisata, dengan melakukan bersih-bersih dan penanaman pohon bakau sepanjang pantai Namu, yang anggarannya berasal dari dana dekonsentrasi Kemenpar melalui Dispar Provinsi dan Kabupaten.

Serta penyerahan bantuan yang diterima langsung Ketua Pokdarwis, Muhamadong, berupa 20 bibit pohon pala dan bakau, 50 serokan sampah, 50 sapu lidi, 3 tong sampah, 100 kantong plastik sampah besar, 2 gerobak sampah, 1 buah rambu sapta pesona, dan 8 buah pelampung.

Dalam sambutannya, Deputi PIK Kemenpar RI, Ujang Sobari mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemda dan pihak terkait, telah menjadikan Namu sebagai destinasi wisata baru, yang menurutnya sangat indah dan unik.

“Kami melihat potensi yang luar biasa dan tidak dimiliki tempat wisata lain, dimana jarang ada objek wisata pantai langsung berdampingan dengan pegunungan atau hutan, sehingga pantai ini sejuk dan airnya tidak asin, karena sumber air dekat dengan pepohonan, padahal pada umumnya bahwa pantai itu panas,” pujinya.

Lanjutnya, Sapta Pesona ini diharapkan bisa meningkatkan semangat Pemda Konsel, khususnya warga desa untuk lebih bergairah dalam menggerakkan dan mengembangkan Pantai Namu dalam suasana alamiah atau apa adanya dengan mengedepankan pelestarian alam.

“Tugas kita adalah bagaimana mendorong masyarakat, menciptakan inovasi tersendiri sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Selain itu kebersihan lingkungan pantai dijaga setiap saat, agar bisa menarik dan membuat betah para wisatawan serta membuat spot-spot foto atau tempat berselfi ria, disetiap sudut kampung, sehingga wisatawan bisa mengirimkan hasil jepretannya melalui medsos yang juga bagian dari promosi untuk menarik minat wisatawan lainnya,” imbuhnya.

Selepas kegiatan ini, tambah dia pihaknya akan melaporkan ke pimpinan level atas, terkait penganggaran pengembangan wisata Namu, pihaknnya yakin akan ada tindak lanjut terkait hal tersebut, dan karena sistem penganggaran tahun ini telah berjalan maka akan diajukan untuk program kerja tahun 2019, dengan harapan makin banyak wisatawan yang berkunjung sehingga kedepan Desa Wisata Namu ini menjadi Destinasi wisata yang berkembang.

Ditempat yang sama, Sekdis Pariwasata Sultra Sumanto, SH juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemda khususnya Dispar Konsel, karena telah memfasilitasi kegiatan Sapta Pesona sehingga terlaksana dengan baik, berdasarkan hasil survey Dispar Provinsi. Desa wisata Namu layak dipromosikan, ke tingkat Nasional sebagai destinasi wisata yang memiliki keunikan daya tarik wisata alam serta budaya, dan juga telah memiliki sarana Homestay dan sarana pendukung lainnya yang telah memenuhi standar dan layak untuk digunakan para wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara.

“Kami berharap, Dispar Konsel, stakeholder dan komponen masyarakat Desa Namu agar lebih meningkatkan kesadaran serta partisipasinya, dalam mendukung kepariwisataan ini, sebab tanpa adanya kerjasama tidak akan mencapai hasil maksimal sesuai harapan kita bersama, yakni menciptakan konsep kepariwisataan yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan,” urainya.

Sementara itu, Kadispar Konsel AB. Subair, juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sama, atas program kegiatan Sapta Pesona, yang dicanangkan pihak Kemenpar RI dan Dispar Sultra. Dimana kegiatan ini nantinya, dapat memberikan manfaat dalam berbagai dan sharing pengetahuan khususnya tentang kepariwisataan demi pengembangan Desa wisata Namu.

“Kegiatan ini juga memberi dampak positif, dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan penghijauan, yang merupakan bagian dari pelestarian alam suatu destinasi wisata, sehingga kedepan aksi ini dipandang sebagai suatu kebutuhan bagi warga Namu yang moyaritas penduduknya dari suku Tolaki dengan mata pencaharian utamanya sebagai petani kebun dan nelayan,” jelasnya.

Ditambahkan Subair, sebagai kelanjutan program pengembangan SDM pariwisata, pihaknya berharap masih ada lagi beragam kegiatan yang diprogramkan Kemenpar RI, khususnya dibidang pengembangan industri dan kelembagaan seperti program pelatihan teknis untuk para pelaku wisata yang ikut serta dalam kegiatan aksi ini, demi terciptanya Desa Wisata Namu yang unggul, mandiri dan berdaya saing sesuai perwujudan dalam 7 unsur Sapta Pesona.


Reporter : 54PU

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here