Surunuddin: Aktualisasi Nilai Pancasila Dapat Menangkal Pengaruh Negatif Globalisasi

54
Bupati Konsel saat menandatangani Perbup, tentang Penanganan Konflik Sosial (PKS) dan penandatanganan nota kesepahaman terkait PKS berbasis masyarakat, antara Pemda dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel), melalui Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Workshop Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila, yang dibuka oleh Bupati, H. Surunuddin Dangga, ST., MM didampingi Sekda Ir. H. Sjarif Sajang, M.Si dan Kepala Badan Kesbangpol Drs. H. Amran Aras, M.MPub, Senin (10/9).

Kegiatan tersebut, didahului penandatanganan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penanganan Konflik Sosial (PKS) dan penandatanganan nota kesepahaman terkait PKS berbasis masyarakat, antara Pemda dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

“Kegiatan yang kita laksanakan ini sangat penting, sebagai penyelenggara negara maupun sebagai warga masyarakat, karena pancasila merupakan dasar negara, pandangan hidup, jiwa bangsa dan kepribadian bangsa Indonesia dan penting dalam berkehidupan bermasyarakat dan bernegara, yang dapat menjadi filter dari pengaruh negatif globalisasi,” jelas Surunuddin mengawali sambutannya.

Untuk itu, lanjut dia nilai-nilai pancasila selalu menjadi dasar, dalam berperilaku sesuai dengan nilai luhur budaya bangsa dan diaplikasikan, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, mulai dari skala kecil dalam keluarga, hingga dalam pemerintahan dan penyelenggaraan suatu negara secara keseluruhan sesuai yang tersirat dalam 5 butir pancasila.

“Kondisi kita saat ini, negara diperhadapkan berbagai tantangan baik adanya isu sara, terorisme, radikalisme, narkoba maupun berbagai permasalahan sosial lainnya, keadaan ini tentu mengkhawatirkan kita semua dan kelangsungan bangsa Indonesia, sehingga solusi terbesar menangani permasalahan itu adalah penerapan nilai-nilai pancasila dalam berbagai kehidupan,” tutur Surunuddin.

Olehnya itu, sambung Surunuddin Pemerintah membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) melalui Perpres No. 54 Tahun 2017, yang berada langsung dibawah Presiden, bertugas merumuskan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian ideologi pancasila dan pengawasan, serta melaksanakan kerja sama dan hubungan antar lembaga dalam pelaksanaan pembinaan bangsa.

“Sehingga kegiatan ini, akan kita laksanakan berkesinambungan baik untuk unsur ASN, maupun masyarakat karena pentingnya penanaman nilai pancasila dalam bermasyarakat, termasuk regulasi Perbup yang kita keluarkan sebagai tindak lanjut pelaksanaan UU RI No. 7 Tahun 2012 tentang PKS dan Permendagri No. 42 Tahun 2015 tentang pelaksanaan koordinasi PKS,” tukasnya.

Lebih jauh dikatakan Surunuddin, dengan adanya Perbup ini, bisa menjadi payung hukum dan bentuk perhatian Pemda dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban. Meskipun Konsel merupakan salah satu daerah aman dan terkendali, tetapi perlu diantisipasi sejak dini. Tentu dengan peran aktif pemerintah, TNI-Polri bersama masyarakat.

“Kemudian melalui kegiatan ini, semoga semakin memantapkan pemahaman kita, terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan siap melakukan pencegahan, penghentian maupun pemulihan pasca konflik,” pungkas Surunuddin.


Reporter : 54PU

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here