Tidak Bertanggungjawab, Warga Desa Alakaya Digugat Kekasihnya di Pengadilan

276
Bg saat bersama kuasa hukumnya Khalid Usman, SH dan Samsuddin SH, CIL.

SUARAWONUASULTRA.COM, ANDOOLO – Seorang gadis berinisial Bg (27), warga Kelurahan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur (KolTim), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggugat kekasihnya yang berinisial Er (21), warga Desa Alakaya Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang dinilai tidak bertanggungjawab atas janin yang dikandung Bg.

Saat ini Bg telah mengandung 5 bulan dari hasil hubungan asmara mereka, namun lelaki yang menghamilinya itu (Er, red), tidak berniat untuk bertanggung jawab dan memilih kabur, setelah dimintai pertanggung jawaban dari pihak keluarga korban. Merasa kecewa dengan perlakuan Er, pihak keluarga korban memilih jalur hukum.

Melalui kuasa hukum Bg, Khalid Usman, SH dan Samsuddin SH, CIL saat ditemui di Pengadilan Negeri Andoolo sebelum berjalannya sidang gugatan perdana, menjelaskan bahwa sebagai kuasa hukum penggugat, telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Andoolo atas gugatan perbuatan melawan hukum, yang dilakukan tergugat Er.

“Sebelumnya klien kami ini, bersama keluarganya telah melakukan langkah persuasif, dengan mendatangi rumah orang tua Er lelaki tergugat, untuk dimintai tanggungjawab atas perbuatannya itu.Tetapi pada saat kerumahnya Er tak ada ditempat,” jelas Khalid.

Menurut orang tua Er, lanjut Khalid Er sudah sebulan keluar Kota, tepatnya di Kota Palu untuk bekerja. Tidak sampai disitu saja, kliennya juga telah melaporkan kepada pihak pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa Alakaya, dimana pihak korban memintah agar segera memanggil warganya itu. Untuk bagai mana mencari jalan keluarnya melakukan pendekatan kekeluargaan untuk segera menikahkan mereka.

“Dalam gugatan kliennya tersebut, meminta agar yang tergugat dalam hal ini Er dan keluarganya, agar segera menikahi Bg dan mengakui sebagai ayah biologis dari janin yang dikandungnya, kemudian menghukum tergugat agar membayar kerugian materil, maupun immateril yang dialami oleh penggugat. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan dalam perkara ini, menghukum para tergugat untuk membayar yang timbul dalam perkara ini,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa Alakaya Edwin saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah beberapa kali lakukan mediasi dengan menemui keluarga lelaki tersebut.

“Kalau dari kedua orang tuanya mereka setuju saja, dengan apa yang diminta oleh keluarga dari perempuan tersebut,” kata Edwin.

Hanya saja, lanjut Edwin Er ini sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Bg, apalagi mau menikah, ditambah lagi si tergugat berada di Palu.

“Dengan adanya panggilan untuk menghadiri sidang gugatan sabagai saksi, dan selaku Pemerintah setempat saya akan hadiri sidang gugatan ke dua nantinya,” ucapnya.


Reporter : 54PU

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here